Israel Kembali Izinkan Yahudi Kunjungi Yerusalem

Israel Kembali Izinkan Yahudi Kunjungi Yerusalem

Pusat studi Israel yang mengkhususkan diri dalam urusan Yerusalem, Terrestrial Jerusalem (TJ), menyimpulkan perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) membuat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tempat-tempat suci agama dan hak-hak Muslim di tempat suci Al-Aqsa.

Polisi Israel dilaporkan mengawal sekitar 50 pengunjung Yahudi memasuki situs suci di Yerusalem hari ini. Pembukaan akses ke lokasi situs suci tersebut kembali dilakukan pada 23 Mei. Dimana terakhir tempat suci ini di tutup pada 4 Mei 2021 resmi di tutup oleh pertahanan Israel.

Israel Kembali Izinkan Yahudi Kunjungi Yerusalem

Israel Kembali Izinkan Warga Yahudi Kunjungi Situs Suci Yerusalem

Dua puluh tujuh hari sebelum roket pertama ditembakkan dari Gaza pekan ini, sekelompok pasukan polisi Israel memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menyuruh petugas yang merupakan warga Palestina minggir dan berjalan melintasi halaman batu kapurnya yang luas. Lalu mereka mencabut kabel pengeras suara yang menyiarkan azan dari empat menara masjid.

Pejabat Yordania mengecam keputusan pemerintah Israel yang mengizinkan 230 orang Yahudi radikal masuk ke Masjid Al-Aqsa pada Minggu, 28 Februari 2021. Mereka dilaporkan merayakan festival Yahudi Purim dan mabuk karena anggur. Hal ini menjadi landasan untuk pemerintahan Yordania meminta kebijakan kepemimpinan Israel untuk kembali mempertimbangkan pembukaan perijinan ke Masjid Al-Aqsa bagi Yahudi.

Israel Izinkan Yahudi Kunjungi Yerusalem

Kantor berita Waqf menyebut polisi Israel melakukan pengusiran terhadap para pemuda Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa dan melarang masuk Muslim yang berusia di bawah usia 45 tahun. Mereka yang akan masuk diminta untuk meninggalkan kartu identitas pada polisi yang berjaga di pintu masuk. Menurut sumber yang sama, akibat pengusiran ada tiga orang muslim yang ditangkap, termasuk seorang penjaga.

Orang Israel mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah bangunan khusus itu dan segala sesuatu di dalam dinding tempat suci adalah “Temple Mount”. Ini berarti Israel membuat perubahan signifikan untuk Kota Suci dengan persetujuan negara Arab, UEA. Ini juga mengurangi hak umat Islam karena untuk Masjid Al-Aqsa saja, bukan seluruh tempat suci. Oleh sebab itu peremintah Israel kembali membuka akses untuk kebebasan beragama.